Sunday, March 3, 2013

I'VE FALLEN IN LOVE




Wani : Isk..isk..
Yuni : Nampak macam Wani je tu..apahal cam sedih lak ni..Assalamualaikum Wani!
Wani : Waalaikumussalam..oh, Yuni..ingatkan sape tadi..hehe
Yuni : Apahal muke sedih ni? Ce citer, Wani ada problem ke?
Wani : Eh, mane ade problem pape pon..hahaha. Saje..terase sentimental pulak hari ni.. =P
Yuni : Drama air mata tadi tu ape?
Wani : Oh chenta. Aku rasa, I’ve fallen in love la Yuni..huhu..♥
Yuni : Eh? Jatuh cinta? Tapi aku dah ada tunang la. Lagipun..perempuan dengan perempuan
mane boleh kan…
Wani : Erk..bukan dengan ko la munyit..
Yuni : Tapi bukan cinta maksiat tau! Errr..cane nak explain ehh?..err
Wani : Aku start sayang kat dia lama dah..tapi aku simpan je dalam hati. Ye la, takut tak berbalas. Hehehe..tapi ko tau?. Hari ni aku dapat tau yang dia pun sayang and rindu kat aku jugak!!
Yuni : Iye? Ko tau dari mane?
Wani : Dalam ni dia ada cakap!! Meh la bace..best woo..bace la..hehe
Yuni : Surat?? Orang pakai surat lagi ke zaman ni?..Err..yela2.
Suatu hari..Nabi Muhammad S.A.W bertanya “ Siapakah hamba Allah yang mulia?”
Sahabat menjawab “Para malaikat ya Rasulullah”. Sahabat yang lain, “Tentulah para Nabi, merekalah yang mulia”. Nabi tersenyum lalu berkata : “Ya, mereka mulia, tetapi ada yang lebih mulia.” Para sahabat terdiam lalu bertanya, “Adakah kami yang mulia itu yaa Rasulullah?”.
Nabi berkata, “Tentulah kalian mulia, kalian dekat denganku, tetapi bukan kalian yang aku maksudkan”. Baginda menundukkan wajahnya, Baginda menitiskan air mata sehingga membasahi pipi dan janggutnya, lalu berkata :
“Wahai sahabatku, meraka adalah manusia-manusia yang lahir jauh setelah wafatnya aku, mereka terlalu mencintai Allah dan tahukah kalian, mereka tidak pernah melihatku, mereka tidak dekat denganku seperti kalian, mereka sangat rindu kepadaku dan saksikanlah wahai sahabatku bahawa AKU SANGAT RINDU PADA MEREKA..MEREKALAH UMATKU! UMMATI! UMMATI! UMMATI!”.

Allahumma salli ala Muhammad wa ala ali Muhammad ♥

Thanks Sudi Baca. Like Kalau Suka Ok ^_^

AIRMATA RASULULLAH SAW



Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. 'Bolehkah saya masuk?' tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizin kannya masuk, 'Maafkan lah,ayahku sedang demam, kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,'Siapakah itu wahai anakku?' 'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,' tutur Fatimah lembut. 

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,' kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?', tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. 'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. 'Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,' kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat kan Rasulullah lega,matanya masih penuh kecemasan. 'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?', tanya Jibril lagi.

'Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?' 'Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.

Perlahan ruh Rasulullah ditarik.Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. 'Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.' Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?' Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. 'Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

'Ya Allah, dahsyat nya maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.' Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. 'Uushiikum bis shalati, wa 'peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.'

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

'Ummatii,ummatii,ummatiii?' - 'Umatku, umatku, umatku' Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihih
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita...
jom kita berselawat ke atas nabi Muhammad s.a.w.. 
Sumber: Facebook

Thanks Sudi Baca. Like Kalau Suka Ok ^_^

Sila like fan page ini, info untuk anda

▼

Tutorial By | bakul2011

 
COPYRIGHT@ All Right Reserved to Bicara Lily. Design by Lily